ceritarizka

Minggu, 31 Juli 2011

Sepatu Kaca Pampita


7:32 AM.  12 Desember 2009
Ini sudah hampir tengah bulan di akhir tahun 2009, tetap dengan buku harian yg sama, hari-hari yang sama, keadaan yang sama, tentunya kehidupanku tetap sama saja. Harapan dari tahun ke tahun pun bis dibilang selalu sama… lebih tepatnya … TIDAK TERCAPAI.. kasihan kamu, Pampita! ;(

Setiap malam aku sadar aku bagaikan seorang anak autis yang mempunyai dunia sendiri. Aku jenius dalam duniaku sendiri. Tapi memang sebenarnya aku ini jenius, hanya saja banyak orang lebih jenius dari aku. Well, bukannya aku menghukum diriku sendiri tapi terkadang aku merasa aku ini seperti terkena kutukan. Mungkin lebih tepatnya putri yang terkena kutukan! 

Mungkin anak-anak kecil di dunia ini akan mendendangkan syair kasih saying penuh cinta dari orang tua mereka sebelum tidur, mereka akan tertidur pulas dengan damai nya, sedangkan aku, aku mempunyai lagu pengantar tidur yang berbeda…

“ Pampita Pampita, Pampita yang malang “
“ Pampita tak punya baju bagus “
“ Pampita pun bukan anak cantik “
“ Pampita hanya mampu membeli sepatu usang “

Aku pernah benar-benar menyanyikan lagu ini suatu ketika di malam hari, seketika itupun ibuku menangis. Ibu lalu memarahiku karena aku dianggap tidak bersyukur dan tidak dapat mengerti kondisi keluarga yang serba pas-pasan. Ibu, bukannya aku tidak bersyukur. Andai ibu tahu itu.