ceritarizka

Sabtu, 26 November 2011

Jaga rahimmu...

I was shocked when the day after caesarean section the doctor said that I've got tumor cyst on my womb. ASTAGHFIRULLAH ;(
But the doctor had took the tumor and now my womb has clean. Alhamdulillah, Thanks God.
Today I just took the lab's result about my cyst and the result is :

The name of the cyst: Dermoid Cyst Ovarii ( Kista Dermoid / kistoma ovarii ) 8 gram, 4x2x1,5 cm
Microscopic: No found Pleomorphic Nuclei or atypical cells, no found signs of malignancy

Dokter bilang kista saya tidak ganas, tapi tetap untungnya saya dic aesar jadi bisa sekalian diangkat itu kista. Sebelumnya dokter bahkan tidak mengetahui adanya kista saya itu which is the cyst was not detected. GREAT!
How come? God's secret.

Awalnya saya ingin menyertakan gambar kista yang sudah diangkat dari rahim saya itu, tapi nggak deh, disgusting dan rasanya nggak etis aja untuk di publish. Senarsis-narsisnya saya, saya msh punya etika dan akal sehat. 

Waktu usia kandungan saya 3 bulan saya pernah memeriksakannya di lab Parahita. Tapi hasilnya tidak ada kista. Lah berarti ini kista berkembang krg lebih dari setelah saya check-up bln ketiga itu hingga minggu ke 38 atau krg lebih bulan ke delapan. Wow, secepat itukah tumor kista berkembang????!!!
Mati kita jadikan ini pelajaran bahwa kita harus sadar akan penitngnya kesehatan. Kesehatan itu sangat serius. Dan para perempuan, sayangi rahimmu. Mengerikan bukan kalau ada tumor di rahim kita?  
Berkaca pada pengalaman dan agar pengetahuan saya bertambah, saya browsing ttg apa itu kista dermoid.

KISTA DERMOID
Definisi 

Kista adalah suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi air. Pada wanita, organ yang paling sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan kasus kista justru tidak memerlukan operasi.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. 


Kista dermoid, Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis
Ciri-ciri:
Tidak ada ciri-ciri yang khas pada kista dermoid. Dinding kista kelihatan putih keabu-abuan, dan agak tipis.
Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal, dibagian lain padat. Sepintas lalu terlihat seperti kista berongga satu, tetapi bila dibelah, biasanya nampak satu kista besar dengan ruangan kecil-kecil dalam dindingnya.

Pada umunya terdapat satu daerah pada dinding bagian dalam, yang menonjol dan padat. Tumor mengandung elemen-elemen ektodermal, mesodermal, dan entodermal. Maka dapat ditemukan kulit, rambut, kelenjar sebase, gigi, tulang rawan, serat otot jaringan ikat, dan mukosa traktus gastrointestinal, epitel saluran pernapasan, dan jaringan tiroid. Bahan yang terdapat dalam rongga kista ialah produk dari kelenjar sebasea berupa massa lembek sperti lemak, bercampur dengan rambut.

Pada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah. Ada kemungkinan pula terjadinya sobekan dinding kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum.
 
Etiologi (Penyebab)
Kista ovarium disebabkan oleh gangguan (pembentukan) hormon pada hipotalamus, hipofisis,
dan ovarium oleh sel telur melalui proses patologis.

Peran Indung Telur
Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebut kista. 

Kista Dermoid.
Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

Bentuk cairan ini seperti mentega, kandunganya tidak hanya cairantapi juga partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Asal tahu saja kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria dan wanita. Seperti kista mosinosum juga sama dengan kista dermoid memerlukan hati-hati pada ibu hamil karena bila meletus akan mengakibatkan cairan lengket isi cairanya seperti rambut, gigi atau tulang bisa masuk perut akan mengakibatkan dan menimbulkan sakit luar biasa.

Gejala-gejala
Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Tetapi, kista bisa berbahaya manakala sudah berukuran besar. Lebih diperjelas lagi, kista merupakan neoplasma atau pertumbuhan sel baru yang liar. Kista bisa dikatakan berisiko jika neoplasmanya ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium. Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk
mengetahui gejala mana yang serius.

Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis kista ovarium antara lain:
1. Sering tanpa gejala.
2. Nyeri saat menstruasi.
3. Nyeri di perut bagian bawah.
4. Nyeri pada saat berhubungan badan.
5. Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.
6. Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.
7. Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak

Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera:
Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba
Nyeri bersamaan dengan demam
Rasa ingin muntah.
Adapun manifestasi klinis kanker ovarium antara lain:
1. Perubahan menstruasi.
2. Rasa sakit atau sensasi nyeri saat bersenggama (dyspareunia).
3. Gangguan pencernaan yang menetap, seperti: kembung, mual.
4. Perubahan kebiasaan buang air besar, contoh: sukar buang air besar (= sembelit, konstipasi,
obstipasi)
5. Perubahan berkemih, misalnya: sering kencing.
6. Perut membesar, salah satu cirinya adalah celana terasa sesak.
7. Kehilangan selera makan atau rasa cepat kenyang (perut terasa penuh).
8. Rasa mudah capek atau rasa selalu kurang tenaga.
9. Rasa nyeri pada (tulang) punggung bawah (Low back pain).

Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat. Bila hal itu terjadi, dapat menjadi nekrotik dan bisa mengakibatkan emboli hingga kematian. Itulah sebabnya kista berukuran besar harus diangkat agar tidak mengganggu dan dapat didiagnosis secara petologi. Dengan diagnosis dapat diketahui apakah kista itu jinak atau ganas. Yang disebut kista itu berupa selaput. Ada yang berisi cairan kental, dan bukan kental, yaitu dermoid. Kista dermoid berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel pipih, juga folikel rambut, kelenjar keringat, dan kadang-kadang juga terdapat elemen tulang. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%.

http://www.ghtasia.com
http://www.drdidispog.com/2009/06/kista-ovarium.html
http://www.rafani.co.cc/2009/07/askep-kista-ovari.html
http://intannoorindah.blogspot.com/2009/04/kista-ovarium.html


I just can say
Jaga rahimmu...



Love and care from mommy Rizka